Zona Koruptor
Untuk Indonesia

Agu
08

 

Sebelumnya Mau lihat hasil survey online disini!

Quick Count Lingkaran Survei Indonesia mensinyalir keunggulan sementara untuk pasangan Fauzi – Prijanto meninggalkan perolehan Adang-Dani. Laporan LSI yang dirilis oleh detik.com 59,2% vs 40,7% pada pukul 15:18 sore ini.

Sayangnya, Quick Count LSI belum memunculkan Suara GOLPUT

Jul
31

Kesibukan kampanye para calon Gubernur DKI Jaya periode 2007-2012 semakin meriah. Namun basa-basi kampanye masih dirasakan gombal. Hatta oleh Bang Yos sendiri. Sehingga membuat calon pemilih ikut menjadi ragu.

Walaupun begitu, sebagian dengan pemilih “kemakan” isu AMBIL KAOS – AMBIL DUIT pilihan terserah gue. Hopeless, sepertinya rakyat tak punya harapan apa-apa dengan ke2 pasangan calon. Fauzi – Prijanto vs Adang – Dani.

Dan, sepertinya juga tahu, para politisi yang mengaku “tokoh” masyarakat seperti pemilik “toko”. Jadilah, semakin tidak jelas apa yang dituju rakyat: Tokoh Politik atau Toko Politik?

:?:

Jul
02

Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym sebaiknya mendaftar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KP) karena berita media massa hari menyebutkan kurangnya peminat yang melamar. Kita tentu tahu dan sadar kalau Aa Gym enggan mendaftarkan diri. Jadi, bolehkah kalau calon anggota KPK itu didaftarkan orang lain? Kalau boleh, saya usul mari kita daftarkan Aa Gym.

Hanya akan lebih baik bila Aa Gym datang sendiri ke KPK dan mendaftarkan diri. Ditunggu!

Jun
29

KPK “diundang” [harusnya: dipanggil] ke kantor Partai Golkar. Kok bisa? Sebuah lembaga negara begitu manutnya terhadap sebuah lembaga kecil bernama partai politik. Bukankah seharusnya KPK yang memanggil dan menanyai mereka? Negara macam apa ini?

Mari kita simak retorika para politisi Golkar ini yang dimuat oleh media massa guna menutupi “kebusukan” niat mereka sendiri. Namun bila kita membaca dengan nurani yang bersih sebenarnya sangat “clear” dan amat telanjang.

“Golkar ingin menanyakan apa saja amanah DPR kepada KPK dalam UU TIPIKOR (Undang-undang Tindak Pidana Korupsi)”

Menanyakan?

Bagaimana sih, adat dan adab orang bertanya? Lumrahnya kalau kita butuh informasi dari seseorang kita mendatangi orang tersebut. Karena kita butuh. [Disini sangat telanjang, dan tidak ada pemisahan fungsi Juragan Kalla sebagai Wapres / Ketum Golkar] Kalo sebagai Wapres undang ke Kantor Wapres dong? – Kalo sebagai Ketum Golkar datangi kantor KPK dong? – Kan mo nanya?

amanah DPR?

Semakin telanjang toh? Bukankah orang-orang Golkar banyak sekali di DPR? Bahkan Ketua DPR-RI sendiri adalah orang Golkar?

Sebenarnya yang dibutuhkan orang-orang Golkar bukan “amanah” itu tetapi “aman” gak sih orang-orangnya dari bidikan KPK? Nah, bila ternyata tak aman, mumpung masih Wapres dan Berkuasa maka dipanggillah orang KPK itu ke rumah Golkar. Dalam Ilmu negosiasi pun KPK sudah “kalah oleh kalla”. (ingat gak, Amien Rais aja minta tempat “netral” ketika diundang oleh SBY)

Mau dibawa kemana negeri ini?

Jun
26

Andaikata lumpur bisa dibungkus, jadi lemper

Tentunya bisa menyempal mulut-mulut serakah berperut buncit

bukankah keserakahan baru akan kenyang oleh tanah [berkuah?]

… kini engkau datang dan ikut tersedu, maksudnya?

“ngeledek?” tak perlu sedu sedan itu… kami perlu ganti untung segera!!!

Jun
08

Ultah P’ Soeharto yg ke 85 th, sms bagi2 HADIAH pulsa, sebarkan sms ini ke 10 hp lain, hp anda akan terisis 100.000.

{duh, apa yang hendak kutulis???}

Udah tua sakit-sakitan masih mau bikin susah rakyat? Atau memang ingin bagi2???

gue sih gak percaya! gak tau kalo ente?